Archive for Manajemen

MEMBAHAGIAKAN DIRI SENDIRI

Di dunia ini, tidak akan ada yang memberimu kebahagiaan kecuali dirimu sendiri. Caranya, dengan menciptakan standar kepuasan diri (self satisfaction) yang fleksibel, realistis dan alamiah. Sejarawan Will Durant sebagaimana dikutip Reader’s Digest memaparkan bagaimana ia mengarungi hidupnya demi menemukan kebahagiaan.

Ia pernah mencoba melalui pengetahuan, namun hanya memperoleh kekecewaan. Ia kemudian mencoba mencari kebahagiaan dengan berkelana, namun hanya kelelahan saja yang ia peroleh. Ia mencarinya melalui kekayaan, namun hanya kecemasan dan kegelisahan yang ia dapatkan. Ia mencoba meraih kebahagiaan dengan menulis, namun hanya membuatnya letih.

Hingga suatu hari ia melihat seorang wanita yang duduk di sebuah mobil mungil dengan seorang anak kecil yang tertidur dalam dekapannya. Seorang pria turun dari kereta, mendatanginya, kemudian mencium wanita itu dan bayinya dengan lembut. Begitu lembut sehingga bayi itu tak terbangun. Keluarga itupun pergi dan meninggalkan Durant yang berdiri terkesima.

Ia disadarkan oleh kenyataan alami dan sederhana tentang kebahagiaan. Ia pun menjadi tenang dan menyadari, betapa setiap kegiatan yang biasa-biasa saja, termasuk hari-hari yang telah dilaluinya mengandung kebahagiaan. Juga bahwa standar kepuasan dapat disesuaikan dengan situasi alamiah yang terjadi.

Sesungguhnya kebahagiaan hidup telah bersemayam pada diri kita, selama kita tidak mengusiknya dengan kekecewaan yang kita buat sendiri dengan melakukan sesuatu di luar nurani dan kekuasaan kita. Atau menuntut orang lain memenuhi harapan kita yang berada di luar batas kemampuan mereka. Para bijak berujar, JIKA ENGKAU INGIN TERPUASKAN, MAKA BERHARAPLAH PADA ORANG LAIN APA YANG MEREKA DAPAT LAKUKAN.

Dan salah satu unsur kebahagiaan, menurut Imam Ghazali adalah bersikap “Qanaah”, Qanaah merupakan sikap puas yang moderat. Ia berada di antara sikap Tama’ yang selalu ingin memperoleh kepuasan maksimal, dengan sikap minimalis yang sama sekali tidak memiliki standar kepuasan.

Comments (1) »

(Chicken Soup for the Parent’s Soul)

Aku Baik-baik Saja

(Chicken Soup for the Parent’s Soul)

“Menjadi IBU adalah pengalaman paling penuh emosi dalam hidup seseorang. Seorang ibu menjadi anggota semacam mafia wanita.”

(Janet Suzman)

Rumah berantakan, piring-piring kotor. Aku terlalu tua untuk ini, umurku tiga puluh lebih ! Mobil tidak bersih, rambutku kusut. Dan aku sudah membelanjakan uang belanja minggu depan.

Pakaian kotor harus dicuci, anak-anak terlalu jorok. Dan aku tak pernah punya waktu santai untuk berandai-andai. Untuk semua pekerjaanku, waktuku tidak pernah cukup. Pekerjaan tak pernah selesai, selalu ada yang belum beres.

Aku mengaca dan apa yang kulihat ? Seorang wanita asing bertampang kusut, dimanakah diriku yang dulu cantik ? Semakin bergegas aku, semakin ketinggalan aku.

Hari ini adalah esok, dan aku belum bisa mengejarnya.

Anak-anakku cepat menjadi besar. Aku merindukan masa kanak-kanak mereka yang hilang demi adu cepat itu. Aku bekerja dan membersihkan rumah dan memasak, dan aku berkata, “Belajar dan bersihkan kamar kalian !” Tak ada waktu untuk bermain.

Yah, entah mengapa, Tuhan memilih AKU untuk mengasuh tiga anak-anak ini ? Aku hanya seorang manusia dan seorang ibu rumah tangga, tapi kenyataannya aku ini juga seorang sopir, koki, tukang kebun, guru, wasit dari pertengkaran anakku dan perawat yang pandai menyembuhkan luka.

Kadang-kadang, aku lupa bahwa jauh di dalam dirku. Ada seorang wanita dengan bermacam-macam perasaan, dan tadi dalam wanita itu menangis. Dia lelah, kesepian dan merasa tidak dihargai. Dia ingin melihat bunga mekar dari biji yang ditanamnya.

Kemudian di tengah kekacauan dalam kecepatan yang membingungkan. Anak-anakku memandangku dan tempat ketika aku membutuhkannya, mereka berkata, “Ibu, aku sayang ibu.” Dan saat itu ………Aku merasa baik-baik saja !

Dua acungan jempol bagi Ibu Rumah Tangga yang Profesional (fulltime mother).

 

Aku Baik-baik Saja

Comments (2) »

Jamil Azzaini : EPOS EPOS dan EPOS

Jamil Azzaini : EPOS EPOS dan EPOS

Apa yang diperlukan untuk meningkatkan hasil dari usaha Anda?

Expert x Asset x Epos

Anda perlu orang yang ahli untuk menjalankan bidang yang Anda pilih
Anda perlu asset yang tepat untuk menjalankan usaha Anda
Anda perlu menebar energi postif sebanyak-banyaknya kesekeliling Anda

Contoh : Balap Mobil F1
Ada mobil tercepat di dunia, bahan bakar terbaik di dunia, tapi Anda pake supir bajaj, bisa menang gak?
Atau bahan bakar punya, pengemudi ok, tapi naek bemo, bisa menang gak?
Atau mobil ok, pengemudi ok, bahan bakar, minyak oplosan, bisa menang gak?

Epos = Energi positif
Hukum kekekalan energi : Energi tidak akan hilang, hanya berubah wujud.
E out = E in
E usaha = E hasil

Jadi kalo usaha 10, maka hasil 10.
Tapi pernah kan Anda lihat orang udah usaha 10, tapi kok kayanya hasilnya cuma 2 atau 5.

Masih ada rumus tambahan.
Hasil itu ada yang dirasakan langsung dan tidak langsung. Yang tidak langsung masuk ke tabungan.

E usaha = E Hasil Langsung + E Hasil Tak Langsung
Usaha = Hasil + Tabungan

Ada satu cerita, kisah nyata, saya yakin Anda sudah sering mendengarnya.

Ada seorang, anak kecil, miskin, kalo gak salah namany John Howard. Dia harus berjualan untuk sekolah. Suatu ketika, saat ia sedang berjualan, ia haus dan lapar. Ia bingung harus berbuat apa. Lalu akhirnya ia mengetuk satu rumah. Keluarlah seorang anak perempuan. Ia pun langsung bertanya, “Bolehkan saya meminta segelas air minum?” Anak itu pun langsung masuk ke dalam dan membuat segelas susu dan memberikan ke anak tadi, John Howard. Selesai meminumnya, anak itu langsung bertanya kepada anak perempuan tadi, “Berapa saya harus membayar untuk susu ini?” “Tidak perlu jawabnya.” John pun berterima kasih dan melanjutkan untuk berjualan.

Beberapa tahun kemudian, anak perempuan itu jatuh sakit. Sangat parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit terbaik oleh dokter-dokter terbaik. Tapi akhirnya ia pun bisa disembuhkan. Esoknya, petugas datang ke ruangannya, berkata bahwa kata dokter ia sudah bisa pulang dan menyerahkan map. Tentunya map tersebut adalah berisi tagihan. Anak itu pun menangis, ia bingung bagaimana harus membayar tagihan tersebut. Pasti sangatlah mahal. Tapi ia pun memutuskan harus terus maju, dan ia pun membuka map nya.
Alangkah terkejutnya, ternyata map tersebut berisi selembar kertas dengan tulisan

Biaya rumah sakit anda telah dibayar lunas dengan segelas air susu

Tertanda

dr John Howard.


Anak perempuan itu telah melakukan usaha (memberi segelas susu) dan ia tidak mendapatkan hasil apapaun saat itu (hasil langsung). Tapi perbuatannya tersebut ditabung, dan cair saat ia memerlukan.

Maka perbanyaklah energi positif Anda. Kalau bukan hari ini Anda mendapatkan hasilnya, maka Anda telah menabung untuk nanti saat tertentu Anda memerlukannya.

Comments (3) »

Pilihlah Bintangmu di Atas

Apa cita-cita Anda ? Pengin jadi presiden di republik ini ? Atau menjadi dokter yang sekali suntik dapat 50 ribu ? Atau menjadi pengusaha yang punya banyak perusahaan ? Itu sah-sah saja Anda citakan. Bahkan kata pepatah GANTUNGKANLAH CITA-CITAMU SETINGGI BINTANG DI LANGIT. Apa tidak ketinggian ? Terus, bagaimana cara menggantungkannya ? Ya, itu terserah Anda.

Meninggikan cita-cita adalah suatu hal yang wajar. Anda boleh menargetkan apapun yang menjadi cita-cita Anda setinggi mungkin melebihi tingginya puncak gunung Himalaya. Syaratnya, Anda harus memiliki kemmapuan untuk meraihnya atau ada kemungkinan Anda mewujudkannya. Jadi, hal itu bukan sekedar angan, namun benar-benar pantas disebut sebagai cita.

Pilihlah bintangmu yang berada di atas sana, lalu raihlah ia. Yakinlah bahwa Anda bisa meraihnya dengan sulthan (ilmu pengetahuan). Ini adalah janji dari Allah, dimana kita dipersilakan menembus penjuru bumi dan langit, jika kita memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Hai jamaah jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kalian tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (Ar-Rahman [55] : 33).

Bagaimana, apa Anda sudah memiliki cita-cita yang ingin Anda raih ? Belum ? Mengapa belum ? Cobalah untuk menentukan cita-cita sesuai dengan kapasitas diri Anda. Jika Anda takut jatuh dari ketinggian, maka buatlah cita-citamu yang tidak terlalu tinggi. Sedang, tetapi penuh arti bagimu, juga bagi orang lain. sebaliknya, jika Anda menyukai tantangan, tinggikan cita-citamu ! Pilihlah salah satu bintang di atas sana, lalu ambillah sesuai dengan pilihanmu. Percayalah, tak ada yang tidak mungkin jika Anda terus mencoba, terus dan terus hingga bisa meraihnya.

RAIHLAH DUNIAMU UNTUK MENUJU AKHIRATMU,

KARENA DUNIA ADALAH KESEMPATANMU MEMPEROLEH BEKAL AKHIRAT.

Leave a comment »

Positif Negatif di Sekitar Sukses


Ingin sukses, berhasil? Hampir dapat dipastikan 100% manusia menjawab ya. Sukses dalam meraih prestasi pendidikan, pekerjaan, dan keluarga. Ups, jangan lupa, seorang muslim juga harus sukses di akherat.
Meraih sukses memang tidak mudah, tapi semua orang punya kesempatan untuk meraih sukses asalkan mereka mampu membuang belenggu ”racun” sukses, dan memetik madu sukses.
Racun sukses adalah sikap negatif yang menghambat sukses, sedangkan madu sukses adalah sikap-sikap positif yang menunjang kesuksesan. Apa saja racun dan madu tersebut? Simak pembahasan ringkas, tepat, dan jelas, tentang empat sikap negatif dan sikap positif di sekitar kesuksesan!

Membuang Sikap Negatif
Racun adalah sesuatu yang dihindari. Semua racun memang memiliki sifat merusak, bahkan membunuh. Semua racun digunakan untuk melenyapkan obyek yang menjadi sasaran racun tersebut. Demikian juga dengan ”racun” bagi keberhasilan. Banyak orang mengalami kegagalan karena mereka tidak bisa melepaskan diri dari belenggu ”racun” yang menghambat mereka untuk meraih sukses.

Takut Salah
Kegagalan bukanlah sesuatu yang parah, yang paling parah adalah tidak mencoba. Biasanya, tidak mencoba berkaitan dengan takut salah. Coba satu kali, salah, dua kali salah, lalu ngambek. Pikirlah, kalau semua pekerjaan dan tugas Anda sikapi seperti ini, mana ada yang selesai. Dalam tugas sekolah, paling-paling kalo takut salah, ujungnya nyontek kerjaan teman yang pandai. Dan itu berarti membohongi diri sendiri trus juga nggak jujur. Nah, Cuma satu sikap, takut salah, berakibat kepada sikap negatif lain.
Banyak orang yang kemungkinan besar tidak akan berani lagi mencoba ketika melakukan kesalahan untuk yang pertama kali, terlebih lagi ketika kesalahan berulang. Mengapa? Masalahnya, kita menganggap salah itu berarti gagal selamanya. Padahal semua orang pernah berbuat salah. Nabi r saja mengatakan bahwa manusia itu tempatnya lupa dan salah. Olala, jadi salah itu manusiawi, gagal juga manusiawi, karena manusia ditakdirkan memperoleh duka, tidak hanya suka.
Penulis punya teman yang pernah menamatkan permainan komputer dalam semalam. Padahal genre permainannya adalah petualangan yang pemainnya kudu pintar dialog bahasa Inggris. Dalam semalam, nggak bisa dihitung gagalnya. Tapi, ia terus mencoba. Akhirnya berhasil. Kita-kita yang punya tujuan dan kerja mulia daripada nge-game seharusnya bisa lebih semangat.
Alfa Edison, penemu bola lampu pijar, ternyata berbuat salah banyak sekali sebelum menemukan bola lampu. Tapi, Edison tidak takut salah dan tidak takut gagal. Ketika di-interview oleh seorang wartawan mengenai kesalahan dan kegagalan yang harus dialami, Edison berkomentar, ”Saya tidak gagal, saya hanya menemukan 9.999 cara yang salah untuk membuat bola lampu.”
Apa jadinya jika Thomas Alva Edison tidak meneruskan usahanya ketika pertama kali melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan? Mungkin sekali kita sekarang masih hidup dalam kegelapan.

Putus Asa
Racun kedua yang pasti berhasil membunuh ”sukses” adalah sikap cepat putus asa. Mungkin, kita sudah tidak takut salah dan takut gagal, dan terus mencoba. Tapi, bisa saja kan, Allah berkehendak yang lain yang tidak pas dengan keinginan hati kita waktu itu, misalnya: kerjaan kita tetap nggak kelar-kelar.
Kemungkinan yang terjadi adalah kita putus asa. Mau mencoba males. Nggak takut salah lagi, tapi males, dan akhirnya angkat kaki dari tugas-tugas kita.
Perlu diingat, Allah menekankan dalam banyak ayat bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya. Rahmat Allah itu luas. Ambil contoh perjuangan para Rasul dan shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. betapa mereka tidak mengenal putus asa dari rahmat-Nya hingga akhirnya pun Islam tersebar luas dan tertinggikan.
Ini pula yang terjadi para pejuang Indonesia yang notabene adalah muslim. Apa jadinya dengan Indonesia, jika Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, bahkan Jenderal Sudirman serta merta putus asa ketika dipukul mundur oleh Belanda? Apa jadinya jika para pejuang kemerdekaan berhenti berusaha ketika melihat banyak masalah menghadang? Kemungkinan besar, kita masih hidup di bawah belenggu penindasan. Namun, bukan ini yang terjadi pada kita. Para pahlawan, tokoh pejuang, dan seluruh rakyat Indonesia tidak putus asa. Mereka terus berusahan mencari jalan keluar dari tekanan pendudukan asing. Akhirnya, setelah 3,5 abad berjuang, usaha mereka membuahkan hasil gemilang.

Emosi Negatif
Kegagalan, luka hati, merasa kekurangan, bisa membawa emosi negatif dalam hidup Anda. Sedih dan marah salah duanya. Setiap orang punya perasaan seperti ini. Tapi, apakah kedua perasaan ini akan terus dipelihara?
Merasakan kesedihan adalah manusiawi begitu pula dengan kemarahan. Kita hanya tinggal mengaturnya agar kita bisa sedih atau marah pada kondisi yang tepat, berkaitan dengan peristiwa yang tepat, dan kadar yang sesuai, terhadap person yang pas. Jika berlebihan dan terus dipelihara, sedih bisa membawa kepada kemalasan berusaha sedangkan marah bisa membuat tindakan kita tidak teratur. Ujung-ujungnya pun adalah ketidakberhasilan kita.

Kerja Sendiri
Bayangkan ketika Anda terdampar di suatu pulau tak berpenghuni. Hanya pasir, air laut, pohon kelapa, serta binatang yang menemani Anda. Tak ada seorang manusia pun. Mungkin, Anda tetap bisa hidup dengan memakan kelapa dan ikan. Tapi, bagaimana hidup sendirian tanpa teman manusia?
Kebutuhan sosial merupakan sifat alami manusia. Kita perlu mempunyai teman, saudara, dan keluarga. Kebutuhan untuk bekerja sama adalah sifat asli manusia juga. Namun, banyak orang yang mengabaikan sikap ini, dan lebih mengandalkan kemampuannya sendiri untuk meraih yang dicita-citakan. Seringkali, karena terlalu fokus pada diri sendiri, seseorang bisa bersikap egois, tidak hormat pada orang-orang sekitarnya. Akibatnya, orang tersebut tidak mendapat dukungan dari pihak-pihak yang sebenarnya diperlukan untuk meraih sukses. Tenaga, pikiran, kemampuan, waktu yang kita miliki sangatlah terbatas. Jika bekerja sendirian, kita hanya mampu menyelesaikan satu bagian dalam satu hari, maka dengan menggalang kerja sama dengan berbagai orang, dalam satu hari pasti kita bisa melipatgandakan hasil yang bisa diraih. Jadi untuk meraih sukses besar, kita perlu melibatkan orang-orang yang tepat: keluarga, teman, bahkan juga pesaing.

Menghinari keempat racun ini memang tidak menjamin bahwa kita dapat meraih sukses dengan sangat mudah. Paling tidak dengan memahami racun-racun tersebut, kita bisa menghindari terjadinya kegagalan.

Mengambil Sikap Positif
Setelah mengetahui empat racun pembawa kegagalan, langkah selanjutnya mengidentifikasi madu yang dapat kita manfaatkan untuk menopang usaha kita meraih keberhasilan.

Cinta
Cinta adalah kekuatan tersendiri. Cinta bisa membawa manusia kepada ibadah yang benar dan kuat, namun cinta pula yang dapat membawa manusia terjerumus pada jurang abadinya.
Jika kita mencintai diri sendiri (baca: menerima diri kita sendiri), kita akan lebih positif dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Kita akan berusaha mengembangkan diri kita, memupuk kekuatan kita agar lebih kuat, dan memperbaiki kekurangan kita yang bisa diperbaiki. Di luar itu, kita bisa menerima takdir Allah yang tekah Ia tetapkan pada diri kita.
Jika kita mencintai tugas dan pekerjaan kita, kita tidak merasa terbebani. Artinya, jika kita mencintai apa yang kita kerjakan, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan pekerjaan tersebut berhasil tanpa merasa terbeban untuk melakukan hal tersebut. Kekuatan Cinta memang sangat dahsyat. Energi yang dihasilkan oleh Cinta juga sangat besar. Jadi, Cinta memberikan kita semangat untuk meraih sukses dari apa pun yang kita kerjakan.
Tanpa cinta, tak ada dakwah yang menerangkan kebenaran sejati di alam ini. Tanpa cinta, tak ada saling membantu di anatara kaum muslimin. Singkatnya, tanpa Cinta, tak ada perkara besar yang berhasil dituntaskan.

Harapan
Rasa Cinta yang besar, yang ditunjang dengan harapan yang terus hidup, merupakan senjata ampuh meraih sukses. Harapan akan memberikan semangat orang untuk berusaha, entah harapan itu dipompakan orang lain ataupun dicanangkan diri sendiri. Harapan merupakan pelecut semangat untuk mengatasi kesulitan, belajar, dan memperbaiki apa yang telah dicapai.
Jadi, tanpa harapan, tak ada keputusan yang diambil. Tanpa harapan, tak ada semangat yang bisa dipompakan. Tanpa harapan, tak ada tindakan yang akan dilakukan. Tanpa harapan, tidak akan ada perubahan. Tanpa harapan, tak ada mimpi yang bisa diraih.

Rencana
Cita-cita akan tetap menjadi cita-cita tanpa rencana untuk mewujudkannya. Banyak orang yang gagal karena mereka tidak memetakan rencana aksi untuk meraih tujuan keberhasilan yang telah ditetapkan.
Kegagalan bisa juga terjadi karena waktu yang ditetapkan pada rencana aksi tidak disesuaikan dengan kondisi orang tersebut. Jadi setelah tujuan ditetapkan, kita perlu menyusun rencana strategis untuk meraih tujuan tersebut. Dalam penyusunan rencana, kita perlu memikirkan kemampuan, sumber daya, dan fasilitas yang kita miliki.
Penyusunan rencana juga membantu kita untuk melihat apa yang kita perlukan dan apa yang perlu kita persiapkan untuk mewujudkan tujuan. Dengan demikian, ketika kesempatan melintas, kita bisa cepat mendeteksi dan sudah siap untuk meraihnya.

Belajar
Banyak orang yang kehidupannya tidak berubah karena mereka tidak mau belajar untuk memperbaiki diri ataupun untuk menemukan hal-hal yang baru. Seorang tukang baso keliling akan tetap menjadi tukang baso keliling, jika ia tidak mau belajar bagaimana merintis membuka restoran untuk menyajikan dagangannya. Banyak orang gagal karena tidak mau belajar dari kegagalan yang dialami, kesalahan yang dilakukan, dan kesulitan yang dialami.

Bagaimana dengan kita? Sudah siapkah kita meraih sukses? Sikap positif mana yang sudah kita terapkan? Sikap positif mana yang masih kudu kita usahakan dalam diri kita? Masihkah kita terbelenggu racun sikap negatif? Manakah sikap negatif yang masih kita pelihara?
Setelah menganalisis ”peta kekuatan” kita, langkah selanjutnya adalah membuang sikap negatif yang masih membelenggu, dan memupuk dan memanfaatkan sikap positif yang bisa memperlancar usaha kita meraih sukses. Selamat mencoba. Semoga sukses!


Diarsipkan di bawah: Manajemen Diri — by Wirawan Yogiyatno

Leave a comment »

Empat Alat Manajemen Waktu

Waktu selalu menyertai kita. Waktu tak akan bisa kembali lagi. Hari kemarin tetap hari kemarin. Tidak ada mesin waktu kayak di cerita-cerita konyol. Siapa yang nggak bisa memanajemen waktu dengan baik akan tertebas waktu itu sendiri.
Oke, manajemen waktu pernah dibahas di rubrik ini. Namun selalu ada pengembangan-pengembangan baru yang kita perlu tahu untuk memanajemen waktu dengan baik. Kali ini, pertama kali Anda kudu punya komitmen untuk mengatur waktu, dan seterusnya, aturlah waktu dengan 4 alat manajemen waktu di bawah ini!

Membuat komitmen untuk mengontrol waktu Anda merupakan langkah pertama bagi manajemen waktu yang sukses. Langkah selanjutnya adalah merencanakan dan memprioritaskan waktu Anda dengan menuliskan tujuan hidup Anda.
Manajemen waktu secara tertulis nggak hanya bikin rencana Anda lebih efektif, namun juga akan memperdalam komitmen Anda terhadap tujuanmu. Tambahan lagi, Anda akan punya catatan untuk memandu, menelusur balik, serta menganalisa tujuan Anda. Secara ideal, Anda seharusnya hanya punya satu sistem perencanaan waktu yang membundel elemen-elemen berikut ini secara bersama.

Satu: Gunakan Pensil
Jika Anda ingin menjadwal hidup Anda, lupakan bolpoin atau sesuatu yang bertinta. Anda akan membuat perubahan-perubahan dalam perencanaan karena itu sebuah pensil dapat lebih menolong Anda membuat perubahan tersebut tanpa bersusah payah mencari tip ex. Lagian, penggunaan pensil akan menolong Anda untuk tetap fleksibel saat Anda merencanakan waktu Anda. Hidup bisa jadi tak terprediksi dan pensil merupakan alat yang nggak rewel untuk mengubah-ubah. Dengan kata lain, alat sederhana ini membantu Anda lebih mampu mengendalikan rencana-rencana Anda.

Dua: Juga Kalender
Sebuah kalender memberi Anda pandangan ke depan yang luas dari seluruh komitmen Anda –belajar, dakwah, keluarga, pribadi, komunitas dan sosial. Masukkan janji baru, kejadian, pertemuan, deadline suatu kerjaan, juga tanggal ketika Anda merencanakan untuk memulai sesuatu dengan baik. Untuk menghindari terlalu banyak penjadawalan, pastikan kalender Anda siap diakses setiap waktu –ketika di sekolah, di rumah, dan ketika dalam perjalanan.

Tiga: Rencakan Aktivitas Mingguan Anda
Luangkan waktu seminggu sekali untuk menjadwalkan janji, komitmen belajar, tugas, waktu pribadi, waktu keluarga, dan lainnya dalam perencanaan satu minggu ke depan. Bermurah hatilah dalam estimasi waktu untuk penyelesaian tugas dan rancanglah deadline yang layak. Berpikir realistislah mengenai waktu Anda. Jika perlu gunakan stabilo agar jika ada acara dadakan, jadwal yang telah ditulis tetap terlihat jelas.

Empat: Buatlah Daftar Kerja Harian
Sebuah daftar kerja bisa jadi sangat bernilai untuk menolong Anda mengendalikan waktu Anda. Tentu di samping sebuah kalender. Sebuah daftar kerja memberi Anda pandangan sekilas terhadap apa saja yang Anda butuhkan, atau Anda sukai untuk diselesaikan pada hari Anda.
Orang lain merasa bahwa daftar kerja merupakan pembuangan waktu yang nggak efisien. Tapi, jika digunakan secara benar, daftar kerja ini mampu:
-Meminimalisir kebingungan karena adanya pengkategorian prioritas kegiatan serta jelasnya tujuan akhir
-Menjaga acara-acara sepele yang senantiasa kudu diwaspadai
-Meningkatkan kemampuan Anda dalam mengingat karena ketika Anda kudu menuliskan segala sesuatu, pikiran Anda pun akan aktif bekerja
-Menolong Anda memprioritaskan aktivitas Anda.
Mengerjakan beberapa hal dalam suatu hari tanpa sebuah daftar kerja bisa membuat bekerja begitu saja tanpa arahan yang jelas. Kadang Anda bisa temui orang yang sore hari sudah kehabisan tenaga tapi tetap bingung, kepalanya pusing, hatinya mengeluh, “Aku tahu aku tadi sudah sibuk, tapi tampaknya tidak ada hasil dari seluruh aktivitasku tadi.”

Menyusun Daftar Kerja Anda
Nah, kini saatnya bagi Anda untuk menyusun suatu daftar kerja
1. malam sebelumnya atau pagi-pagi sekali, pikirkan seluruh kerjaan harian Anda dan tulislah. Pakai kertas kosong atau notes kecil nggak masalah, yang penting tulis saja. Jangan lupa hal-hal atau kerjaan-kerjaan yang sepele!
2. kelompokkan mereka dengan menggunakan kode, seperti: A= item yang harus dikerjakan, B = item yang seharusnya dikerjakan, C = item yang bisa dikerjakan
Jadi prioritas pengerjaan A lebih tinggi dari B dan C. Sedangkan prioritas kategori B lebih tinggi dari C.
3. prioritaskan tiap kelompok dengan menambahkan nomor setelah huruf, contoh:
A1 menyelesaikan tugas matematika
A2 mengerjakan tugas kelompok biologi
B1 ke kantor pos ambil wesel
B2 memposkan tagihan
B3 ke laundri
C1 telepon keluarga
C2 merapikan berkas-berkas
Di dalam tiap kategori angka yang lebih kecil menunjukkan prioritas yang lebih tinggi. Jadi prioritas pengerjaan A1 lebih tinggi daripada A2.

Menjalankan Daftar Kerja Anda
Pertama banget, jadikan daftar ini mudah dilihat setiap waktu selama hari-hari Anda supaya Anda tetap terfokus dan berada pada jalur yang benar.
Kerjaan-kerjaan tersebut harus diselesaikan berurutan sesuai nilai prioritas kerjaan tersebut, kecuali jika kerjaan tersebut punya waktu sisipan, seperti pertemuan atau pelajaran di kelas. Masukkan kerjaan-kerjaan yang bisa dikerjakan secara cepat ke kategori B dan C. Tujuan Anda adalah menyelesaikan seluruh item A, dan sedapat mungkin B serta C. Walaupun demikian, tetaplah realistis dengan batasan waktu Anda dan prioritas Anda. Tidak semua kerjaan merupakan kategori A hari ini, bahkan jika hal tersebut sangat penting.
Berilah tanda cek atau silang pada setiap tugas yang telah Anda selesaikan. Pada akhir setiap hari, pindahkan item kerjaan yang belum bisa Anda selesaikan ke daftar kerja hari lainnya. Daftar kerja hari lainnya bisa berarti hari berikutnya atau seminggu lagi, atau hari yang lain sesuai dengan perencanaan waktu Anda. Ini menjaga seluruh kerjaan yang belum selesai tetap nggak terlupakan. Ketika Anda gagal menyelesaikan suatu kerjaan pada suatu hari, cantumkan panah padanya dan pada tanggal berikutnya di mana Anda menambahkan kerjaan itu.
Contoh: à 1/3 C2 merapikan berkas-berkas. Ini berarti kerjaan ‘merapikan berkas-berkas’ Anda pindah pada tanggal 1 Maret dengan prioritas C2.
Dengan memindahkan kerjaan-kerjaan tertentu, sadarilah bahwa prioritas kerjaan itu pun dapat berubah. Karena itu, perhitungkan pula prioritas kerjaan-kerjaan yang Anda pindahkan tersebut. Walaupun ‘merapikan berkas-berkas’ bisa jadi Anda beri kode C2 hari ini, tapi dalam beberapa hari, ia dapat naik masuk kategori A atau B.
Jangan berharap diri Anda bisa menyelesaikan seluruh item karena mesti ada item-item yang punya prioritas lebih rendah yang bisa dilaksanakan pada waktu mendatang.
Di sisi lain, jika Anda menyelesaikan seluruh kerjaan Anda hari ini, Anda dapat melihat jadwal kerjaan ke depan dan menyelesaikan beberapa kerjaan yang Anda rencanakan untuk Anda selesaikan pada hari-hari depan tersebut. Artinya kerjaan pada hari-hari depan bisa Anda selesaikan pada hari tersebut. Dengan begini, Anda bisa menabung waktu, dan tabungan waktu tersebut suatu hari dapat Anda buka sebagai hari istirahat.
Jika Anda punya sebuah kalender dengan penjilid spiral, Anda bisa menempatkan daftar kerjaan Anda pada penjilid spiral tersebut. Anda bisa lebih efektif jika daftar kerjaan Anda terletak nggak jauh-jauh dari kalender harian Anda.
Jadikan menambahkan tugas serta janji ke daftar kerja harian Anda sebagai kebiasaaan. Namun, ketika Anda punya ide cerah untuk menyelesaikan sesuatu jangan tunda sesuatu yang harus Anda selesaikan tersebut hingga hari sebelum hari deadlinenya. Kalaupun Anda nggak bisa mengerjakannya ketika Anda dapat ide cerah tersebut, Anda bisa menuliskan ide cerah tersebut, hingga jika tiba waktu untuk menyelesaikannya, Anda tinggal menjalankan ide cerah Anda tersebut.

Tips Ringan tapi Penting
Terakhir kali, ada beberapa tips agar manajemen waktu Anda lebih menggigit.
Pecahlah proyek besar menjadi beberapa kerjaan yang dapat diatur yang dapat diselesaikan dalam suatu jangka waktu. Ini mencegah Anda dari terbebani dengan pekerjaan.
Seorang psikolog dan terapis merekomendasikan untuk memulai mengerjakan sebuah kerjaan kecil atau bagian kecil dari suatu kerjaan yang besar. “Hal ini cenderung memotivasi Anda untuk meneruskannya karena ini memberimu perasaan penting bahwa daftar kerjaan Anda bermanfaat bagi Anda.” Katanya.
Jangan biarkan acara pembuatan daftar kerja memakan waktu pengerjaan kerjaan itu sendiri! Terlalu banyak waktu untuk mempersiapkan daftar kerjaan Anda tanpa beraksi tentu saja merupakan acara buang-buang waktu.

Realistislah
Penggunaan empat alat manajemen waktu ini merefleksikan komitmen Anda kepada diri Anda sendiri dan tujuan Anda. Dengan menggunakan waktu untuk memetakan tujuan Anda menjadi langkah kecil secara bulanan, mingguan, dan harian, Anda sedang dalam perjalanan meraih mimpi Anda.
Sistem manajemen waktu ini memang membuat Anda berkonsentrasi dan punya tanggung jawab terhadap rencana hidup Anda. Walaupun demikian, sistem ini nggak bisa digunakan untuk mengukur sukses Anda. Alih-alih, ia merupakan alat untuk mengatur waktu Anda semata. Ukurlah sukses dengan kualitas hidup Anda dan bukan dengan banyaknya item yang telah kau coret di daftar kerja Anda.
Menjadi sibuk mengatur waktu merupakan pembuangan waktu yang tak berarti. Karena itu, empat alat manajemen waktu ini menolong Anda tetap fokus pada proyek besar –menjalani hidup dengan arti dan tujuan. Bukankah ini alasan Anda mengapa Anda ingin mempraktekkan manajmen waktu efektif tadi? Bukankah dengan manajemen waktu ini Anda ingin lebih berkualitas?
Semakin Anda melatih kebiasaan pemercepatan waktu ini, semakin banyak kendali Anda atas waktu dan hidup Anda. Pengendalian ini membuat Anda menjadi lebih sadar dan paham terhadap diri Anda sendiri sehingga Anda tambah pede dan tambah berkualitas.

Leave a comment »

SUKSES ….. ???

Di negara kita terkenal ungkapan “3 TA” yaitu harta, tahta, dan wanita. Ada yang berpendapat bahwa ketika kita memiliki harta yang banyak, kedudukan yang tinggi dan wanita cantik di sisi kita, maka ada orang bilang itulah sukses.

Di Amerika dikenal “3 P” yaitu P yang pertama power (memiliki kekuatan), yang kedua position (posisi yang bagus) dan yang ketiga property (kemampuan finansial yang memadai). Apa itu juga ukuran kesuksesan ?

Lain lagi dengan orang Cina yang mengatakan “Shio, Hok, Lok”. Shio berarti umur yang panjang, Hok berarti harta yang banyak dan Lok adalah kekuasan yang tinggi. Apa demikian itu ukuran sukses ?

Orang Eropa pada jaman penjelajahan samudra mengelilingi dunia membawa misi 3G. Gold, yaitu mencari emas (kekayaan), Glory yaitu mencari kejayaan dan Gospel yaitu menyebarkan pengaruh keagamaan. Ketika semuanya terwujud maka misi dianggap berhasil.

Bagaimana gambaran dan penilaian menurut Anda terhadap pengertian dan kriteria sukses ? Yang pasti antara satu orang dengan orang yang lainnya pasti berbeda.

Terima kasih.

Leave a comment »